Minggu, 26 Maret 2017

Jual Madu Pramuka di Banjarsari

Anda ingin Sehar Sesuai Sunnah Nabi ? MInumlah Madu !!!
Butuh Madu Pramuka ??????
Hubungi : 081 321 569 046




Madu dihasilkan secara spesifik berdasarkan sumber nektar tempat lebah digembalakan. Berdasarkan penelitian dari para ahli dan dipadukan dengan pengalaman langsung dari konsumen madu, ternyata setiap jenis madu dari sumber nektar yang berbeda tersebut memiliki khasiat dan manfaat yang berbeda pula, kasiat san manfaat madu tersebut adalah ;

1. Madu Kapuk, berkhasiat untuk :
Menigkatkan daya tahan tubuh
Menambah nafsu makan
Menyembuhkan sariawan
Menyembuhkan luka bakar ( dioleskan pada bagian yang terluka )
Untuk Kecerdasan otak
Sangat baik untuk pertumbuhan balita

2. Madu Karet, berkhasiat untuk ;
Mengobati keputihan
Mengobati gatal-gatal
Mengobati alergi





3. Madu Kopi, berkhasiat untuk :
Mengatasi susah tidur
Menigkatkan daya tahan tubuh
Kecerdasan otak
Menyembuhkan luka bakar

4. Madu Klengkeng/Sonokeling, berkhasiat untuk :
Memperlancar fungsi ginjal
Memperlancar Urine
Mempercepat penyembuhan luka operasi
Menigkatkan daya tahan tubuh
Menyembuhkan luka bakar
Kecerdasan otak

5. Madu Durian, berkhasiat untuk :
Menigkatkan daya tahan tubuh
Menghilangkan rasa mual
Kecerdasan otak
Mengatasi susah tidur

6. Madu Rambutan, berkhasiat untuk :
Menigkatkan daya tahan tubuh
Menghilagkan rasa mual
Memperlancar urine
Memperlancar fugsi ginjal
Mengobati sakit pinggang
Mengobati sakit maag
Untuk memperkuat janin bagi ibu hamil

7. Madu Apel/Jambu Air, berkhasiat untuk :
Menghilangkan rasa mual
Baik untuk ibu hamil
Memberikan kenyamana tidur



8. Madu Kaliandra, berkhasiat untuk :
Meningkatkan hormon
Membantu saluran pencernaan
Membantu mengobati darah tinggi
Memperbaiki metabolisme tubuh

9. Madu Lokal/Multiflora/Hutan/Jambu Mede, berkhasiat untuk :
Membantu mengobati darah tinggi
Mengobati sakit reumatik
Menigkatkan stamina

10. Madu Mahoni/Pahitan
Mengobati Sakit malaria
Mengurangi keputihan
Mengurangi asam urat
Baik untuk penderita diabetes

11. Madu Pollen ( Madu + Tepung Sari Bunga ), berkhasiat untuk :
Menigkatkan Hormon
Menyuburkan peranakan
Mengurangi keputihan
Menghaluskan kulit
Menghilagkan jerawat ( dibuat masker )
Membantu penderita jantung

12. Madu Super ( Madu + Pollen + royal Jelly ), berkhasiat untuk :
Menigkatkan stamina bagi yang lanjut usia
Menigkatkan hormon
Menyuburkan peranakan
Membantu mengobati darah tinggi
Membantu menngobati jantung
Memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak
Menyembuhkan luka operasi
Mengendurkan sel syaraf yang teggang
Menghilagkan rasa letih
Menurunkan kadar kolesterol



13. Royal Jelly, berkhasiat untuk :
Menigkatkan daya tahan tubuh
Menigkatkan hormon
Menyuburkan peranakan
Mengobati darah tinggi dan darah rendah
Memperlancar urine
Memperlancar fugsi ginjal
Mengobati sakit pinggang
Menyembuhkan luka operasi
Memperbaiki sel tubuh yang rusak
Kecerdasan otak
Baik untuk penderita Diabetes
Menurunkan kadar kolesterol
Mengurangi alergi

14. Bee Pollen, berkkhasiat untuk :
Memperlambat proses penuaan
Menghaluskan kulit
Menurunkan kadar kolesterol
Mengobati sakit asma
Membantu mengobati diabetes

Aturan pemakaian :

Pagi : Untuk Dewasa 2 sendok makan

Untuk anak-anak 1 sendok makan

Siang : Untuk Dewasa 1 sendok makan

Untuk anak-anak 1/2 sendok makan

Malam ; Untuk Dewasa 1 sendok makan

Untuk anak-anak 1/2 sendok makan.

Kamis, 29 Mei 2014

SATUAN KARYA ( SAKA )

Bedasarkan Undang-undang kepramukaan bahwa Gerakan Pramuka memiliki beberapa lembaga yang mendukung dalam pengembangan kegiatan dalam bentuk organisasi pendukung. Salah satunya adalah Satuan Karya (SAKA) Pramuka.
 1. Pengertian
            Satuan Karya adalah : Wadah pendidikan kepramukaan guna mengaturkan minat, mengembangkan bakat, dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang kejuruan, serta meningkatkan motivasinya untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupan dan penghidupannya, serta bekal pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara, sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan, dalam rangka peningkatan ketahanan nasional.

2. Tujuan
  • Mengembangkan bakat, minat, pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan pengalaman dalam bidang kejuruan tertentu 
  • Meningkatkan motivasi melaksanakan kegiatan nyata dan produktif 
  • Memberi bekal bagi kehidupan dan penghidupannya; 
  • Memberi bekal bagi pengabdiannya pada masyarakat, bangsa dan negara guna menunjang pembangunan nasional sehingga dapat meningkatkan mutu dan taraf kehidupan serta dinamika Gerakan Pramuka, serta peranannya dalam pembangunan nasional
3. Sasaran
Sasaran pembentukan Saka bagi Anggota Gerakan Pramuka   adalah agar selama dan setelah pendidikan dalam saka, mereka:
  • Memiliki tambahan pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan yang dapat mendukung kehidupan dan penghidupannya atau pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara.
  • Meningkatkan kemantapan mental dan fisiknya.
  • Memiliki rasa tanggungiawab atas dirinya, masyarakat, bangsa dan negara, serta tanggungjawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Memiliki sikap dan cara berfikir yang lebih matang dalam menghadapi segala tantangan dalam hidupnya. Melaksanakan kepemimpinan yang bertanggungjawab, berdayaguna dan tepat guna. Dapat Menyelenggarakan berbagai kegiatan yang positif, berdayaguna dan tepatguna sesuai dengan minat dan bakatnya. 
  • Menjalankan secara nyata Trisatya dan Dasa darma. 
4. Sifat dan Fungsi
a. Sifat
  • Saka bersifat terbuka bagi pemuda dan Pramuka baik putera maupun puteri. 
  • Saka bersifat pendidikan luar sekolah sesuai dengan minat, kegemaran dan bakat para pemuda, termasuk Anggota Gerakan Pramuka 
b. Fungsi
Saka Berfungsi sebagai :
  • Wadah pengenalan awal, pembinaan dan pengembangan pengetahuan dan keterampilan di bidang kejuruan tertentu. 
  • Sarana untuk pelaksanaan kegiatan nyata dan produktif, serta bakti kepada masyarakat. 
  • Pelengkap pendidikan kepramukaan di gugusdepan. 
  • Alat untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka. 
 5. Bidang Saka

Sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat dewasa ini, maka Saka terdiri atas beberapa bidang Saka, yaitu: 
  1. Saka Bhayangkara, satuan karya tempat peningkatan dan pengembangan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, kecakapan dan pengamalannya di bidang kebhayangkaraan (keamanan dan ketertiban masyarakat). Saka Bhayangkara biasanya berada dibawah Kepolisian. 
  2. Saka Bahari, satuan karya tempat peningkatan dan pengembangan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, kecakapan dan pengamalannya di bidang kebaharian/kelautan. Saka Bahari biasanya berada dibawah instansi TNI Angkatan Laut. 
  3. Saka Bakti Husada, satuan karya tempat peningkatan dan pengembangan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, kecakapan dan pengamalannya di bidang kesehatan. Saka Bakti Husada biasanya berada dibawah naungan Instansi Dinas Kesehatan 
  4. Saka Dirgantara, satuan karya tempat peningkatan pengembangan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, kecakapan dan pengamalannya di bidang kedirgantaraan. Saka Dirgantara biasanya berada dibawah naungan instansi TNI Angkatan Udara 
  5. Saka Keluarga Berencana, disingkat Saka Kencana, satuan karya tempat peningkatan dan pengembangan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, kecakapan dan pengamalannya di bidang kependudukan dan keluarga berencana. Saka Kencana biasanya berada dibawah naungan instansi Badan Koordinator Keluarga Berencana Nasional. 
  6. Saka Tarunabumi, satuan karya tempat peningkatan dan pengembangan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, kecakapan dan pengamalannya di bidang pertanian. Saka Tarunabumi biasa berada dibawah naungan instansi Dinas Pertanian 
  7. Saka Wanabakti, satuan karya tempat peningkatan dan pengembangan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, kecakapan dan pengamalannya di bidang kehutanan. Saka Wanabakti biasanya berada dibawah naungan instansi Dinas Kehutanan. 
  8. Saka Wirakartika, satuan karya tempat peningkatan dan pengembangan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, kecakapan dan pengamalannya di bidang ketahanan angkatan darat. Saka Wirakartika biasanya berada dibawah naungan instansi TNI Angkatan Darat.

SEJARAH PRAMUKA INDONESIA

Perkumpulan Pandu / Kepanduan di Indonesia  adalah jelmaan dari organisasi Padvinder / Padvinderij dari organisasi yang sama di negeri Belanda sedangkan Panvincer / Panvinderij merupakan jelmaan Boy Scout / Scouting yang di Inggris berdasarkan buku  Scouting for Boys karangan Baden Powell.
            Oleh orang Belanda S.P Smidth, di Batavia (Jakarta) dibentuk Padvinder untuk anak-anak orang Belanda dengan nama Nederlands Indesche Padvinderij Vereniging  (NIPV) pada tahun 1912. Antara tahun 1912 – 1916 di Solo  Pangeran Mangkunegoro IV membentuk Javasche Padvinderij Organisatie (JPO) untuk anak-anak kerabat Mangkunegoro, inilah organisasi pandu pertama Indonesia. Pendirian JPO ini membuat para remaja dan pemuda daerah lain tertarik mendirikan organisasi kepanduan. Yang pada waktu itu dianggap sebagai salah satu cara perjuangan dalam usaha mencapai kemerdekaan. Mulailah berdiri organisasi serupa seperti Hisbullah Wathan Padvinderij (HW) dibawah organisasi Muhammadiah, Serikat Islam Afdeling Padvinderij (SIAP) dibawah partai Serikat Islam, Suryawirawan Padvinderij dibawah Taman Siswa, Jong Java Padvinderij (JJP), Nationalle Islamitische Padvinderij (NATIVIJ) dan sebagainya.
            Tonggak kebangkitan bangsa Indonesia adalah berdirinya organisasi Boedi Oetomo  20 Mei 1908, lalu peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang menjiwai Gerakan Kepanduan Nasinal kita semakin bergerak maju.Walaupun mengadopsi ajaran Badaen Powell, Padvinder di Jawa tidak sama dengan Padvinder Belanda dan Boy Scout di Inggris,. Organisasi di Inggris dan Belanda di samping melatih  pesertanya / anggotanya untuk membangun persaudaraan dan mengajarkan keterampilan juga menanamkan kesadaran berbakti terhadap Raja, sedangkan Padvinder Jawa menanamkan kesadaran berbangsa  dalam rangka perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.
            Karena adanya program perjuangan kemerdekaan, maka pemerintah Hindia Belanda melarang menggunakan istilah Padvinder sebagai organisasi kepanduan kita dan membubarkannya bagi yang bernaung sibawah partai politik , organisasi kemasyarakatan, dan tidak bolah melakukan kegiatan. Adanya larangan tersebut untuk menggunakan istilah padvinder, maka dengan cerdik KH AGUS SALIM menciptakan istilah PANDU dimana organisasi tersebut dikemukakan pertama kali dalam Kongres SIAP tahun 1908 di Kota Banjarnegara, Banyumas, Jateng (Sehingga KH Agus Salim dikenal sebagai Bapak Pandu Indonesia )
            Dengan meningkatnya kesadaran nasional Indonesia maka timbullah niat menggerakan persatuan organisasi kepanduan. Pada tahun 1930 dengan adanya INPO ( Indonesische Padvinders Organizatie ), PK ( Pandu Kesultanan ), PPS ( Pandu Pemuda Sumatera ),menjadi satu organisasi yaitu KBI  (  Kepanduan Bangsa Indonesia ) .
            Pandu Indonesia pertama kali mengikuti Jambore Dunia V di Volegenzang, Belanda di tahun 1937 ( Pandu Hindia Belanda ). Kemudian tahun 1931 terbentuk pula sebuah federasi yang menamakan Persatuan antar Pandu-Pandu Indonesia  (PAPS)  yang kemudian berubah menjadi Badan Pusat Persatuan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada tahun 1938.
            Selain sebagai organisasi kader pandu dan kepanduan dapat juga dipandang sebagai organisasi kependidikan  yang menyelenggarakan pendidikan di luar sekolah dan di luar keluarga yang dalam undang-undang pendidikan di sebut ” Pendidikan Non Formal ”, sehingga lengkaplah misi kepanduan menjadi  tiga, yaitu :
1.         Membangun persaudaraan
2.         Melatih keterampilan
3.         Menanamkan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk merebut kemerdekaan
Adanya tiga misi tersebut pemerintah Hindia Belanda merasa kedudukannya akan terancam, oleh karena itu pandu dan kepanduan senantiasa di awasi sampai masuknya Jepang ke Indonesia.
            Pada masa pendudukan Jepang organisasi ini dilarang dan mereka membentuk Seinedang dan Keibodang sebagai wadah kegiatan pemuda / pelajar di luar sekolah. Namun jiwa pandu dengan selogan ”Sekali Pandu Tetap Pandu” . Oleh karena itu 4 bulan setelah Proklamasi  Kemerdekaan, tanggal 28 Desember 1945 di Solo berdiri Pandu Rakyat Indonesia, sebagai satu-satunya organisasi kepanduan di wilayah Negera Republik Indonesia. Tetapi setelah parpol dan ormas lahir maka  banyak pandu dan kepanduan yang bernaung dibawahnya. Sehingga sampai dengan tahun 1959 tercatat 100 organisasi pandu. Upaya untuk mempersatukan pemuda-pemuda tersebut hanya berhasil terbentuknya IPINDO ( Ikatan Pandu Indonesia ) tanggal 12 September 1951, POPPINDO ( Perhimpunan Organisasi Pandu Putri Indonesia ) yang terbentuk tahun 1954 dan PKPI ( Persatuan Kepanduan Putri Indonesia ). Tahun 1951 IPINDO menyelenggarakan Jamnas I di Pasar Minggu Jakarta.
            Adanya perpecahan organisasi pemuda tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan terjadinya perselisihan dikalangan generasi muda, maka ke tiga federasi diatas melebur menjadi satu menjadi PERKINDO ( Persatuan Kepanduan Indonesia ), tetapi hanya 60 organisasi pandu saja yang bergabung dari 100 organisasi yang ada.
            Di dalam faederasi tersebut sebagian 60 organisasi anggota Perkindo terutama yang sebagai Underbow Orsospol atau ormas tetap berhadap-hadapan berlawanan satu dengan yang lain, sehingga tetap terasa lemahnya gerakan kepanduan Indonesia. Kelamahan ini  ingin dimanfaatkan oleh pihak komunis sebagai alasan untuk memaksan gerakan kepanduan di Indonesia menjadi gerakan pioneer muda seperti di negara-negara komunis.
            Atas dasar kekhawatiran tersebut MPRS mengeluarkan Surat Keputusan Nomor : IX/MPRS/1959 antara lain menetapkan agar organisasi kepanduan di Indonesia diperhatikan. Berdasarkan Surat Keputusan tersebut tanggal 9 Maret 1961 Bung Karno berpidato di Istana Merdeka meminta agar kepanduan di Indonesia dibebaskan dari paham Baden Powellisme dan untuk  itu perlu dibentuk organisasi baru dengan nama PRAMUKA (Praja Muda Karana) untuk tugas tersebut dengan Kepres RI  Nomor 121 tahun 1961 dibentuk Panitia Pembentukan Pramuka yang terdiri dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Dr. A. Azis Saleh, Prof. Dr.Priyono, Ahmadi   kemudian ditambah dengan Mulyadi Joyomartono.
            Masyarakat awam banyak tidak mengetahui pada saaat pembentukannya telah terjadi ”Perebutan” antara kelompok Sosialis di bawah pimpinan            Prof. Dr.Priyono dengan kelompok Pancasila dibawah pimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang akhirnya dimenangkan oleh kelompok Pancasila dengan dikeluarkanya Kepres RI nomor : 238 tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961 tentang pembentukan Pramuka bukan Pioneer muda  yang diperjuangkan kelompok sosialis / komunis. Kepres RI tersebut ditandatangani oleh Ir. H. Djuanda selaku Pjs. Presiden , karena saat itu Bung Karno sedang berada di luar negeri.
            Berdasarkan Kepres RI  Tentang pembentukan Gerakan Pramuka tersebut Sri Sultan Hamengkubuwono IX beserta anggota panitia lain menyusun personalia Kwarnas, dimana    Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Ketua Kwarnas Pertama (dijuluki Bapak Pramuka Indonesia)  dan Dr. A. Azis Saleh sebagai Sekjend Kwarnas Pertama Gerakan Pramuka, yang kemudian dilantik oleh Presiden RI pada  tanggal 14 Agustus 1961 ditandai dengan penyerahan  / peanugrahan Panji Gerakan Pramuka ( Semacam Bendera ) dengan logo TUNAS KELAPA. Mulai saat itu tanggal 14 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pramuka dan Bung Karno selaku Presiden RI sebagai Pramuka tertinggi (Sekarang : Presiden RI sebagai Pramuka Utama). Sejak itu dibentuk  Kwarda Gerakan Pramuka di Provinsi-provinsi Indonesia termasuk Provinsi Riau

Sejarah Pandu Pramuka Dunia

Kepanduan dunia berawal dari pemikiran seorang pemuda Inggris yang merangkum atau menulis pengalamannya saat bertugas di Afrika dan India. Pemuda tersebut adalah Lord Baden Powell of Giwell yang nama lengkapnya adalah Robert Stephenson Smyth Baden Powell namun lebih dikenal dengan Baden Powell saja.
            Baden Powell lahir pada tanggal 22 Februari 1857 di London, ayahnya seorang Profesor Geometry di Universitas Oxfort, bernama Domine Baden Powell yang meninggal ketika Stephenson masih kecil. Baden Powell bergabung dengan pasukan Hussars ke 13 di India pada tahun 1876, kemudian dari tahun 1888 – 1895  Baden Powell sukses bertugas di India, Afganistan, Zulu, dan Ashanti. Semasa perang Boer Baden powell bertugas sebagai staff dari pasukan Kerajaan Inggris  (1896 – 1897), menjadi kolonel pasukan berkuda di Afrika Selatan (Pengalaman terkepung oleh bangsa Boer di Kota Mafeking, Afsel selama 127 hari kekurangan makanan), kemudian mengalahkan bangsa Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik raja Dinizulu.
           
Pengalamannya tersebut ia tulis menjadi sebuah buku dengan judul “ AIDS TO SCOUTING “ yang sebenarnya untuk memberi petunjuk kepada tentara Inggris agar dapat melakukan tugas penyelidik dengan baik. Buku  tersebut memuat cara menjelajahi hutan, diperlukan kecakapan tertentu, baik diperoleh dari alam ataupun tokoh masyarakat yang dilalui, seperti mengenali jejak perjalanan yang baru dilewati untuk keluar dari rimbunnya hutan, mengenali buah-buahan yang dapat dimakan, air yang boleh diminum, mengetahui arah mata angin tanpa melihat arah matahari karena rimbunnya hutan dan sebagainya.
            Untuk menguji kebenaran isi buku itu, 21 orang pemuda yang menamakan kelompok Boys Brigade mengundang Baden Powell bersama-sama membuktikannya mengadakan perkemahan di Pulau Brownsea (Brownsea Island) pada tanggal 25 Juli 1907  selama 8 hari peserta perkemahan melakukan pengembaraan  menerapkan isi buku Aids for Scouting  bersama Baden Powell. Pengalaman dalam perkemahan  tersebut dicatat setiap hari, pada akhir perkemahan catatan tersebut dikumpulkan menjadi satu oleh Baden Powell dijadikanlah sebuah buku denan judul “ SCOUTING FOR BOYS “ yang diterbitkan than 1908. Kelompok anak muda yang melakukan perkemahan di Brownsea tersebut mengubah nama kelompoknya dari Boys Brigade menjadi BOY SCOUT  dan menjadikan Scouting For Boys sebagai buku  panduannya. Kemudian ajaran Baden Powell ini berkembang dan berdirilah organisasi kepanduan-kepanduan (yang semua hanya untuk anak laki-laki berusia penggalang) yang disebut Boys Scout. Kemudian  disusul berdirinya organisasi kepanduan putri yang diberi nama GIRL GUIDES, atas bantuan Agnes adik perempuan Baden Powell dan diteruskan oleh Ny. Baden Powell dengan buku panduan HANDBOOK GIRL GUIDESS (dikerjakan sama-sama dengan Agnes Baden Powell tahun 1912), GIRL GUIDES (1918).
            Baden Powell kembali ke Inggris tahun 1908 menjadi Letnan Jendral dianugrahi Ksatria tahun 1909, Pada tahun 1910 Baden Powell minta pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letjend. Ia menikah dengan Olave st.Clair Soames pada tahun 1912 dan dianugrahi tiga orang  anak (Peter, Heather, Betty)
            Pada tahun 1912 berdiri pandu usia siaga yang disebut CUB (anak srigala) dengan buku Jungle Book berisi cerita tentang Mongli anak didikan rimba (anak yang dipelihara oleh Srigala) karangan Rudyard Kliping sebagai cerita pembungkus kegiatan Cub ini. Kemudian tahun1918 Baden powell membentuk Rover Scout (Pramuka usia Penengak) untuk menampung mereka yang sudah lewat usia 17 tahun tetapi masih sering giat di bidang kepanduan, dengan buku panduan ROVERING TO SUCCES (Mengembara Menuju Kebahagiaan) yang telah diterbitkan tahun 1912.
            Pada tahun 1920 para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam acara Jambore Dunia yang pertama. Ketika hari terakhir kegiatan jambore tanggal 6 Agustus 1920 Baden Powell diangkat sebagai Chief Scout of The World atau Bapak Pandu Sedunia. Sejak Tahun 1920 itu dibentuklah Dewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya berada di London Inggris.
            Pada tahun 1929 Baden Powell mendapat gelar kehormatan ” Lord ” hingga namanya menjadi Lord Baden Powell of Gilwell dengan julukan Baron, gelar tersebut diberikan oleh Raja George V. Setelah berkeliling dunia termasuk berkunjung ke Batavia (Sekarang : Jakarta, Indonesia) tanggal 3 Desember 1934, sepulang meninjau Jambore di Australia. Baden Powell  beserta istrinya menghabiskan waktu tinggal di Inggris (sekitar tahun 1935-1938). Kemudian ia kembali ke Afrika tanah yang amat dicintainya, masa tuanya di Nyeri, Kenya. Beliau wafat tanggal 8 Januari 1941 dan diantar diatas kereta yang ditarik oleh para pandu yang sangat mencintainya ke tempat peristirahatan terakhir.
            Pada ahun 1958 Biro Kepanduan Sedunia (Putra) dipindahkan dari London ke Ottawa, Kanada. Pada tanggal 1 Mei 1968 dipindahkan lagi ke Geneva, Swiss (baca: Jenewa Swiss). Biro Kepanduan Dunia (Putra) hanya mempunyai 40 orang staf yangada di Geneva dan 5 kantor kawasan yakni : Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria.
            Biro Kepanduan Dunia (Putri) sampai dengan sekarang tetap berada di London dan mempunyai 5 kawasan yakni : Eropa. Asia Pasifik, Arab, Afrika, Amerika Latin.

Sabtu, 09 April 2011

Kisah seekor kupu-kupu


Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.

Rabu, 30 Maret 2011

an-Nasikh wa al-Mansukh fi al-Kitab wa as-Sunnah

Misi utama kedatangan syariat ialah mereformasi atau memperbaiki kondisi umat manusia dan mewujudkan apa yang
menjadi kemaslahatan mereka. Karenanya, bila keadaan mereka itu berbeda-beda dari waktu ke waktu, maka terkadang
terdapat ketentuan syariat untuk mewujudkan kamaslahatan yang sifatnya termporer.
Kemasalahatan ini tentunya sesuai dengan tuntutan sebab-sebab tertentu. Alasannya, kemaslahatan yang menjadi

Selasa, 22 Maret 2011

8 Mark Bright Home The mass man

What you see when choosing a mate? Men who come from wealthy families and privileged? If the goal of your relationship just now, maybe that's enough. However, if you're looking for is a serious relationship until the wedding, there are other criteria that should be ... You see, the potential for his success.
1. Have a purpose in life when you ask what the purpose of his life, he will explain in detail to you the short and middle term plans, what he wants to do next year, five years, and so on. In fact, he prepared a backup plan in anticipation of failure. Not only replied, "We'll see, just live life like water flowing
2. Self It does not depend on others and rely on their own abilities in any way. For example, since the beginning of work, he alone bear the cost of his life without the help of her parents. Men like this show that he was responsible for his life and the lives of people who he loved. He also never complained about his job. Because he realized, to achieve success, of course it takes effort and hard work.
3. Hobbies help You would never hear the phrase more and more to give, the more receptive. Believe it or not, this expression is true. So, when a pair including a light hand man to help others, you should be proud to support it. Because, this will be the provision or savings to go to his success in the future. Who knows someone who he aids currently plays an important role in his career in the future.
4. Friendly and knowledgeable friendly attitude coupled with an insight into the extent normally would easily take the hearts of many people, including the time lobbying key people associated with his career. Knowledge about various things including the latest news will make others feel comfortable to discuss with him. More and more people interested in her, the more widely it is also networking. If you have this, you do not have to worry about the quality of self-owned by the him, success would be soon over.
5. "Family Man" Men are responsible and loving family is usually a man who was also watching developments in his career. He will always be motivated to increase his career better yet to meet the needs of his family. In addition, the men of this type tend to be loyal to her partner so that he can balance the time and thoughts to you and work. .
6. Having investments currently pay the he is hardly a big? No need to worry as long as he could manage his income and did not always run out of money in the middle of the month. Especially when it includes people who keen to see a business opportunity. No need is too great, leaving from a small business can deliver a successful entrepreneur. Supports fully when he has the desire to repay a home or invest in other forms, such as stocks or mutual funds. Because it shows the he is thinking about the future.
7. Realistic and straight Although he's excited about reaching his dreams, still observe how their business dreams, do not let the he justifies the various ways that it could destroy his future. Remember to stay realistic with ability. When the he was an expert in the field of information technology, he does not need to force yourself to become a public relations because interested in seeing his success in that field. Each person has the advantage that it is different.
8. He is very optimistic and positive to know what the advantages and disadvantages, so he was always confident when interacting with others or when given new responsibilities. He almost never said "can not" or "I'm lazy to do it". He is always thinking positive and optimistic that any challenge that comes there must be a solution. In addition, he also used to focus on doing things quickly, so do not give up when experiencing failure.